Jumat, 31 Desember 2010 - 23:15:55 WIB
Malam Pergantian Tahun Baru Bagaimana Menyikapinya?
Diposting oleh : administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 659 kali

Saat ini sudah menjelang pergantian tahun baru. Tahun 2010 ke 2011, 2011 ke 2012, begitu seterusnya. Malam pergantian tahun selalu disambut dengan gegap gempita oleh manusia dari berbagai penjuru dunia. Berbagai macam cara orang merayakannya. Ada yang mengadakan konser musik, pesta kembang api, petasan, meniup terompet, dan sebagainya. Dan tempat berkumpulnya manusia untuk merayakan tahun baru ini pun bermacam-macam, ada yang berkumpul di kafe, restoran, mall, lapangan bahkan sampai melakukan pawai di jalanan. Tidak ketinggalan pula masyarakat yang berada di pinggiran kota atau pedesaan kadangkala merayakannya dengan acara makan bersama, acara panggang daging (barbeque), bakar jagung, dan entah apalagi istilahnya acara-acara yang diselenggarakan oleh berbagai macam manusia di berbagai tempat.
Berbagai macam ekspresi diungkapkan menyambut datangnya tahun baru. Ada yang menyambut datangnya tahun baru dengan penuh optimis dan kegembiraan. Optimis karena yakin memperoleh kesuksesan yang lebih baik di tahun berikutnya, dan gembira karena merasa mendapatkan nuansa, suasana dan semangat baru. Berbagai spanduk atau reklame "Happy New Year" dari para sponsor bertebaran dimana-mana. Apakah semua menyambut tahun baru dengan kemeriahan? Tidak semua. Ada yang menganggap malam pergantian tahun baru tidak lebih dari pergantian hari biasa, yang membedakannya hanya tanggal dan angka-angka tahun pada kalender saja. Segmen ini lebih memilih beraktivitas seperti biasanya tanpa merayakannya secara khusus, nonton tv di rumah bersama keluarga, membuat acara sendiri di rumah. Atau bahkan mungkin cuma berdiam diri saja di kamar sambil browsing internetan di laptop atau smartphone, facebook-an, chating, dsb. Kalau ini juga namanya jalan-jalan, hanya jalan-jalannya di dunia maya (dunia internet) yang tak mengenal batas negara. Ya, itulah fenomena kecanggihan teknologi . 
Namun yang patut disayangkan masih ada yang merayakan tahun baru dengan cara-cara negatif seperti mabuk-mabukan, nge-drug, hingga kebut-kebutan di jalan raya, yang semuanya itu bisa berakibat fatal. Cara-cara seperti ini harus dihindari dan dibasmi bila perlu karena merusak mental generasi muda. Harusnya diisi dengan perubahan ke arah yang lebih baik tapi malah merusak dan memperburuk keadaan diri sendiri. Sungguh rugi bukan?
Ada satu segmen golongan manusia yang benar-benar berbeda dari yang lain dalam menyikapi pergantian tahun baru. Mereka benar-benar menjauhkan diri dari hingar bingar pesta pora dalam segala macam bentuknya. Orang-orang seperti ini biasanya bersikap kritis dan berhati-hati dalam tindakan. Pergantian hari, bulan dan tahun disikapi sebagai sebuah pengurangan jatah umur yang disediakan oleh Tuhan. Dan sudah merupakan hukum alam bahwa manusia bertambah umur berarti bertambah tua dan bertambah dekat dengan kematian, bertambah dekat untuk kembali menghadap Sang Penciptanya. Orang-orang yang berada dalam segmen ini bukannya tidak optimis menghadapi kehidupan, tetapi mereka tidak henti-hentinya mengevaluasi dirinya apakah sudah menjadi lebih baik dari masa sebelumnya ataukah tidak. Sikap hidup ini biasanya tidak lepas dari landasan agama dan keyakinan yang dianutnya tentang sifat kefanaan (ketidakkekalan) hidup manusia dan bahwasanya ada pertanggungjawaban yang harus dijalani pada kehidupan sesudah kematian nantinya.
Nah anda masuk golongan yang mana dalam menyikapi atau menyambut tahun baru ini?
Anda suka artikel/informasi di atas? Bila anda Facebooker klik tombol FB Like di bawah atau
bagikan kepada teman-teman Anda di Google+, Twitter, dan FB lewat tombol share di bawah
| Tweet |
Komentar :
| Sms Tahun Baru 23 Desember 2011 - 07:49:50 WIB kalo saya malem tehun baru biasa aja.. |
| Sms Tahun Baru 2012 25 Desember 2011 - 16:56:21 WIB semoga ditahun 2012 nanti banyak hal yang kita inginkan tercapai.. aminn |

Isi Komentar :








Number of Visits today
Number of Visits yesterday
Total number of visits 


