Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.
Custom Search
Minggu, 13 Februari 2011 - 22:47:25 WIB
Usaha Keras Michan Menjadi Novelis
Diposting oleh : administrator
Kategori: Buku - Dibaca: 713 kali

Pantang menyerah, itulah perjuangan Mita untuk menjadi seorang penulis novel. Novelis muda Mita Supardi alias Michan gemar menulis sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Selain gemar menulis, ia juga gemar membaca. Hanya saja di Bontang, kota kelahirannya saat itu sulit untuk mendapatkan buku.
Sebab itulah gadis kelahiran 12 Juni 1988 ini bertekad suatu saat harus bisa menghasilkan buku dari tulisannya sendiri. "Dulu di Kota Michan itu enggak ada toko buku. Setiap weekend selalu nyari ke Samarinda. Itu juga butuh waktu 3 sampai 4 jam perjalanan," tutur gadis berkacamata ini.
Saat SMP kelas 1, Michan pernah mengirim naskah novel ke penerbit-penerbit. Tulisannya terkumpul 150 lembar kertas A4 spasi 1.
Namun saat itu keberuntungan belum memihak kepadanya. Ia pun sering mendapat 'surat cinta' dari penerbit. "Bukannya dapat balasan positif, malah dapat 'surat cinta'. Surat cinta itu istilah untuk surat penolakan dari penerbit. Sempat frustasi saat itu," terangnya.
Untungnya, rasa frustrasi yang dialami Michan tidak berkepanjangan. Saat ia duduk di bangku SMA, ia mencoba kembali menulis dan membuat buku sendiri.
"Michan bikin buku, di print gitu, terus di-fotocopy. Dikasiin ke teman-teman responnya bagus. Tapi tetap saat itu enggak mau ngasiin ke penerbit," ceritanya.
Baru di tahun 2008, Michan beruntung mendapat kesempatan membuat buku perdananya 'Kutu Kupret Sendal Jepit'.
Michan bisa dibilang sukses menjalani kehidupan mandiri di Bandung. Orang tua dan adik-adiknya saat ini masih tinggal di Bontang. Sejak SMA, Michan hijrah ke Bandung dan mulai indekos sendiri.
"Orang tua sebetulnya orang Bandung, dua-duanya asli sunda. Cuma ayah saja kerja di Bontang, dan saya juga lahir di Bontang," ujar mantan Duta Wisata Putri Bontang 2001 ini.
Meski kadang sulit hidup jauh dari orang tua, namun menurut Michan, hal tersebut justru membuatnya lebih mandiri dan bisa mengekspresikan diri. "Kenapa milih bertahan di Bandung walaupun jauh dari orang tua, karena akses di Kota Besar ini kan gampang. Lebih gampang untuk berkreasi," ujar juara ke-3 Kotex Be-You 2008 ini.
Selain menulis, gadis berbakat ini juga gemar bermain musik, menulis lagu, dan bikin
film. Semua itu menurut Michan, karena ia memang sangat mencintai dunia seni.
"Apapun yang berhubungan dengan seni, saya suka. Saya juga ingin konsisten di nulis,
tapi saya inginnya mengalir begitu saja. Menulis tanpa beban," kata Michan.
Sumber: DETIKBandung.Com
Anda suka artikel/informasi di atas? Bila anda Facebooker klik tombol FB Like di bawah atau
bagikan kepada teman-teman Anda di Google+, Twitter, dan FB lewat tombol share di bawah
| Tweet |
Komentar :
Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.

- Husni Mubarak Akhirnya Menyatakan Mundur
- Husni Mubarak Masih Bertahan, Enggan Mundur
- Android Google Mendominasi Sistem Operasi Smartphone
- Bahaya Rokok Bagi Pencernaan
- Konsep LPI Dinilai PSM Lebih Baik
Isi Komentar :








Number of Visits today
Number of Visits yesterday
Total number of visits 


