Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.
Custom Search


Jumat, 15 Juli 2011 - 22:32:16 WIB
Patut Dipertanyakan, Alasan Pemecatan Riedl
Diposting oleh : administrator
Kategori: Olahraga - Dibaca: 473 kali

Alfred Riedl mempertanyakan alasan pemecatan atas dirinya sebagai pelatih timnas Indonesia yang dilakukan oleh PSSI baru di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin. Pelatih asal Austria itu resmi diberhentikan oleh PSSI kepengurusan baru, Rabu (13/7), dan digantikan oleh pelatih asal Belanda Wim Rejsbergen, yang sebelumnya melatih PSM Makassar.

"Saya baru tahu pemecatan dari media. Hingga saat ini PSSI baru belum memberi tahu saya soal pemecatan ini," kata Riedl saat memberikan keterangan di FX Plaza Jakarta. Ini merupakan hal yang janggal, menunjukkan tidak adanya komunikasi antara pengurus baru PSSI dengan Riedl.

Menurut dia, selama ada kepengurusan baru pihaknya belum pernah melakukan pembicaraan atas kelangsungan posisinya. Hanya saja keinginan untuk melakukan pembicaraan dibatalkan setelah mendapatkan informasi pemecatan.

"Prestasi selama memegang timnas tidak buruk. Dari sembilan laga, tujuh kali menang dua kali kalah," katanya menambahkan.

Mantan pelatih timnas Laos itu menilai pemecatan yang dilakukan oleh PSSI kepengurusan baru karena ada pertarungan antara kubu Bakrie dengan kubu Arifin Panigoro.

Selama ini, timnas di bawah kepemimpinan Alfred Riedl hanya mengakomodir pemain yang bertanding di kompetisi resmi PSSI baik ISL maupun Divisi Utama dan tidak memakai pemain Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas oleh Arifin Panigoro. Namun hal ini semestinya bisa dimaklumi karena pada saat itu Riedl tentu saja bertindak profesional berdasarkan legitimasi pemain yang bernaung di bawah PSSI, sama sekali tidak ada unsur sentimen tertentu.

Saat ditanya apakah penyebab pemecatan dirinya karena tidak memanggil pemain LPI untuk bermain ditimnas, Riedl menjawab dengan tegas, "Yes!" Ditanya masalah kontrak yang dipermasalahkan oleh PSSI kepengurusan baru, ia mengaku telah dikontrak oleh PSSI pimpinan Nurdin Halid selama dua tahun.

Penandatangan kontrak sendiri dilakukan diharapan Wakil Ketua Umum PSSI waktu itu Nirwan D Bakrie dan Nugraha Besoes. Pada saat itu juga didampingi oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif.

Dengan adanya pemecatan ini, Riedl akan menuntut hak dan kewajiban selama menangani timnas U-23 dan senior karena masa kontrak baru akan berakhir pada Mei 2012 mendatang.

"Saya datang ke sini dengan baik-baik. Jadi saya keluar juga harus baik-baik. Makanya saya akan menuntaskan semua hak dan kewajiban saya sebelum meninggalkan Indonesia," katanya.

Sebetulnya, masih ujar Riedl, dirinya telah nyaman tinggal di Indonesia termasuk menangani timnas Indonesia. Hanya saja dengan adanya pemecatan ini semua konsekuensi harus dihadapinya.

Mengamati ini semua, tampaknya gaung reformasi yang hendak disuarakan oleh pengurus baru yang notabene kemenangannya didukung oleh Kelompok 78 yang condong pada kubu Arifin Panigoro patut dipertanyakan, semestinya jasa Riedl yang telah mewarnai prestasi Timnas PSSI di Piala AFF 2010 tidak dilupakan begitu saja.  

 

Sumber: AntaraNEWS.Com 



Anda suka artikel/informasi di atas? Bila anda Facebooker klik tombol FB Like di bawah atau
bagikan kepada teman-teman Anda di Google+, Twitter, dan FB lewat tombol share di bawah

               


Komentar :


  Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.






Isi Komentar :
Nama:
Website
(misal: www.domain.com, tanpa http://)
:
Komentar:
 
  (Masukkan 6 kode diatas)