Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.
Custom Search
Sabtu, 10 September 2011 - 05:34:21 WIB
Alat Pengusir Tikus Dikembangkan Mahasiswa UNY
Diposting oleh : administrator
Kategori: Iptek - Dibaca: 644 kali

Soni Maringgih, mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan alat pengusir tikus berbasis mikrokontroler yang menghasilkan gelombang suara dengan frekuensi sangat tinggi atau ultrasonik.
"Alat pengusir tikus itu menggunakan rentang frekuensi sesuai dengan batas pendengaran tikus, tetapi di atas batas pendengaran manusia, sehingga tidak berbahaya bagi manusia," ujar Soni di Yogyakarta, Minggu.
Menurutnya, alat tersebut dirancang dengan 2 bagian pokok perangkat, yakni perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat keras terdiri atas sistem yang berfungsi sebagai kendali utama, yakni pengolah data dan pengontrol keseluruhan sistem.
"Masukan berupa tombol pengatur gelombang dan keluaran berupa 'liquid crystal display' (LCD) yang berfungsi untuk menampilkan berapa gelombang yang dihasilkan dan 'speaker' untuk mengeluarkan gelombang ultrasonik," katanya.
Ia mengatakan cara kerja alat itu diawali dengan memilih frekuensi melalui penekanan tombol pemilih frekuensi yang telah disediakan. Sistem akan memproses data yang telah diprogram dan meneruskannya ke transistor untuk diperkuat, selanjutnya ke "speaker".
"Speaker" mengeluarkan frekuensi yang dapat didengar (10kHz dan 15kHz), dan yang tidak dapat didengar (30kHz dan 40kHz), kemudian LCD akan menampilkan berapa frekuensi yang dikeluarkan oleh rangkaian tersebut.
"Ke depan, saya masih ingin mengembangkan alat pengusir tikus ini dengan memperluas cakupan gelombang frekuensi. Dengan demikian, alat tersebut dapat digunakan di mana pun, karena saat ini jangkauan jarak terjauh alat itu hanya sekitar lima meter," katanya.
sumber: ANTARANews.Com
"Alat pengusir tikus itu menggunakan rentang frekuensi sesuai dengan batas pendengaran tikus, tetapi di atas batas pendengaran manusia, sehingga tidak berbahaya bagi manusia," ujar Soni di Yogyakarta, Minggu.
Menurutnya, alat tersebut dirancang dengan 2 bagian pokok perangkat, yakni perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat keras terdiri atas sistem yang berfungsi sebagai kendali utama, yakni pengolah data dan pengontrol keseluruhan sistem.
"Masukan berupa tombol pengatur gelombang dan keluaran berupa 'liquid crystal display' (LCD) yang berfungsi untuk menampilkan berapa gelombang yang dihasilkan dan 'speaker' untuk mengeluarkan gelombang ultrasonik," katanya.
Ia mengatakan cara kerja alat itu diawali dengan memilih frekuensi melalui penekanan tombol pemilih frekuensi yang telah disediakan. Sistem akan memproses data yang telah diprogram dan meneruskannya ke transistor untuk diperkuat, selanjutnya ke "speaker".
"Speaker" mengeluarkan frekuensi yang dapat didengar (10kHz dan 15kHz), dan yang tidak dapat didengar (30kHz dan 40kHz), kemudian LCD akan menampilkan berapa frekuensi yang dikeluarkan oleh rangkaian tersebut.
"Ke depan, saya masih ingin mengembangkan alat pengusir tikus ini dengan memperluas cakupan gelombang frekuensi. Dengan demikian, alat tersebut dapat digunakan di mana pun, karena saat ini jangkauan jarak terjauh alat itu hanya sekitar lima meter," katanya.
sumber: ANTARANews.Com
Anda suka artikel/informasi di atas? Bila anda Facebooker klik tombol FB Like di bawah atau
bagikan kepada teman-teman Anda di Google+, Twitter, dan FB lewat tombol share di bawah
| Tweet |
Komentar :
| pinjal 05 Desember 2011 - 13:24:06 WIB Wow, artikelnya bagus banget. Apakah saya boleh menerbitkan ulang? |
Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.

Isi Komentar :








Number of Visits today
Number of Visits yesterday
Total number of visits 


