Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.
Custom Search


Sabtu, 05 November 2011 - 07:21:45 WIB
Beasiswa Pemerintah Untuk S2 di Luar Negeri
Diposting oleh : administrator
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 357 kali

Ada banyak beasiswa disediakan pemerintah tahun ini bagi yang berminat studi S2. Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Musliar Kasim, mengatakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah telah menyiapkan program 1.000 beasiswa untuk studi pascasarjana (S-2) di luar negeri.

Menurutnya, cara mendapatkannya antara lain, dosen yang sudah mendapat POA (atau rekomendasi) dari perguruan tinggi di mana saja, misalnya di Amerika atau Inggris. Berapa biaya hidup di sana dan biaya pendidikan di sana akan di-cover semua, seperti diungkapkan Wamendiknas, di kantor Pertamina, Jakarta, Jumat, 4 November 2011.

Program beasiswa yang telah menginjak tahun ketiga ini, kata Musliar, pada tahun-tahun awal tidak diminati dan kuota 1000 penerima itu belum terpenuhi. "Sekarang, misalnya Universitas Andalas saja sudah 68, untuk seribu bisa tercapai setiap tahun," ujar Musliar.

Peserta yang mengikuti program ini, Musliar melanjutkan, tidak harus dosen. Karena beasiswa ini untuk semua kalangan dan profesi selama memenuhi syarat.

"Namanya beasiswa unggulan, tapi dipersyaratkan nanti harus mengabdi. Rumusnya 2n+1 artinya N itu masa studi, kalau masa studinya dua tahun maka dia harus mengajar atau mengabdi selama lima tahun," ungkapnya.

Sementara itu, untuk anggarannya, Musliar menjelaskan hal itu bergantung pada negara yang dituju. Karena setiap negara akan sangat berbeda biaya hidup dan pendidikannya.

"Misalnya di tahun pertama seribu orang, tahun kedua kan jadi dua ribu, dan seterusnya, jadi nggak bisa bilang berapa setahun," kata Musliar.

Kemudian, Musliar mencontohkan, pemerintah diajak untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di Belanda. Ada sekitar 20 perguruan tinggi di Indonesia yang telah bekerja sama dengan Belanda.

"Kami sediakan beasiswa pascasarjana untuk dua tahun, lalu sisanya jika masih belum selesai, Belanda menawarkan untuk membiayainya," tuturnya.

Sumber: VivaNews.Com


Anda suka artikel/informasi di atas? Bila anda Facebooker klik tombol FB Like di bawah atau
bagikan kepada teman-teman Anda di Google+, Twitter, dan FB lewat tombol share di bawah

               


Komentar :


  Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.






    Isi Komentar :
    Nama:
    Website
    (misal: www.domain.com, tanpa http://)
    :
    Komentar:
     
      (Masukkan 6 kode diatas)