Kamis, 08 Desember 2011 - 05:48:34 WIB
Kontroversi Dampak Game Kekerasan Terhadap Perilaku Kriminalitas
Diposting oleh : administrator
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 353 kali

Selama ini selalu muncul perdebatan mengenai pengaruh / dampak game yang menampilkan aksi-aksi kekerasan. Bahkan perdebatan telah berlangsung selama hampir dua dekade. Efek negatif dari game kekerasan memang terus menjadi topik kontroversial. Beberapa penelitian menyebutkan perlu adanya kontrol atas peredaran game seperti ini agar tidak berpengaruh buruk terhadap remaja dan anak-anak. Namun penelitian lain ada juga yang menyanggah pendapat tersebut.
Hasil riset yang menyanggah hal tersebut adalah sebagaimana yang diadakan oleh pemerintah Australia menunjukan tidak adanya hubungan antara tindak kriminal di dunia nyata dengan video game. "Bukti tentang pengaruh video game kekerasan pada agresi yang ditampilkan oleh mereka yang bermain tidak meyakinkan," kata Brendan O Connor, Menteri Dalam Negeri Australia, menurut sumber yang dikutip detikINET dari Gamespot (2/12/2010).
Sementara penelitian terbaru yang mendukung pendapat game kekerasan berdampak terhadap perilaku kriminalitas adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Department of Radiology and Imaging Sciences di Indiana University School of Medicine, Indianapolis, Amerika Serikat. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan, terdapat reaksi negatif yang mengubah pola di otak karena memainkan game kekerasan. Pemindaian otak menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) memperlihatkan efek jangka panjang dari bermain game kekerasan yakni berpengaruh pada berubahnya area otak yang berhubungan dengan fungsi kognitif dan kontrol emosi. Pengaruh ini terutama rentan terjadi pada remaja laki-laki. Hasil analisa juga menunjukkan, game bertema kekerasan hanya perlu waktu 1 minggu untuk dapat berdampak pada perubahan pola otak.
"Untuk pertama kalinya, kami menemukan sampel acak yang memperlihatkan adanya pengurangan aktivasi di area tertentu pada otak bagian depan, setelah partisipan memainkan game kekerasan selama sepekan," kata Yang Wang, Profesor Asisten Riset dari Department of Radiology and Imaging Sciences di Indiana University School of Medicine, Indianapolis, Amerika Serikat.
Diungkapkannya, wilayah otak ini amat penting mengendalikan emosi dan perilaku agresif. Maka tidak heran jika game kekerasan dinilai sebagai salah satu pemicu perilaku kriminal.
Game yang sering menampilkan aksi kekerasan, kerap dijadikan sebagai kambing hitam atas tindak kriminal yang diperbuat oleh pemainnya. Contoh kasus, pernah ada remaja yang memperkosa wanita karena terinspirasi oleh Game. Belum lagi gamer yang membakar tiga mobil sehabis memainkan Grand Theft Auto (GTA).
Sumber: DETIKINet
Anda suka artikel/informasi di atas? Bila anda Facebooker klik tombol FB Like di bawah atau
bagikan kepada teman-teman Anda di Google+, Twitter, dan FB lewat tombol share di bawah
| Tweet |
Komentar :

Isi Komentar :













Jumlah kunjungan hari ini
Total kunjungan
Pengunjung Online