Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.
Custom Search


Minggu, 12 Februari 2012 - 02:14:28 WIB
Mobil Esemka Produksi Dalam Negeri, Kreasi Anak Bangsa
Diposting oleh : administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 376 kali

Sebagai warga negara Indonesia patut berbangga karena berkat keterampilan para siswa SMK kita mampu membuat kendaraan roda empat sendiri. Adalah Kiat Esemka nama mobilnya, mulai ramai diperbincangkan di tanah air. Apalagi sebabnya kalau bukan karena mobil tersebut adalah buatan siswa SMK di Solo.

Dengan mengetahui spesifikasi esemka serta harga mobil esemka ini anda mungkin akan segera mengganti mobil pribadi anda dengan Mobil Esemka. Seperti yang dilakukan Wali Kota Solo, Joko Widodo, patut ditiru para pejabat negara lainnya. Pria yang akrab dipanggil Jokowi ini lebih memilih menggunakan mobil prototipe rakitan anak-anak SMK ketimbang menggunakan Toyota Camry sebagai mobil dinasnya.

Mobil Kiat Esemka hasil rakitan para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo ini pun ternyata bisa diubah dari BBM ke BBG (bahan bakar gas).

"Kami sudah konsultasi dengan para ahlinya mengenai mobil Kiat Esemka. Setelah diproduksi massal bisa saja diubah dari menggunakan BBM ke BBG. Perlu waktu tiga tahun untuk mengubahnya," ujar Wali Kota Surakarta Joko Widodo di Solo, Jumat.

Ia mengungkapkan soal mengubah pemakaian  BBM ke BBG adalah hal mudah. "yang diperlukan sekarang ini dukungan penuh dari pemerintah, tentang perijinan surat-surat kelengkapan, seperti untuk uji emisi, kelayakan jalan dan lain-lain."

"Kami sekarang ini sambil menunggu turunnya surat-surat yang telah diajukan tersebut, juga terus melakukan pembenahan-pembenahan dapur kami agar nanti bisa sempurna mobil Kiat Esemka yang akan dijadikan program mobil nasional (Mobnas)," kata Joko.

Menurut Joko, produksi massal mobil Kiat Esemka konsepnya tidak dilaksanakan dengan padat modal, tetapi padat dengan tenaga kerja.

"Jadi untuk komponen-komponen mobil itu bisa dibuat dimana-mana dengan melibatkan ribuan industri kecil menengah dan pada SMK-SMK, jadi dikerjakan bangsa Indonesia secara beramai-ramai," katanya.

Spesifikasi Esemka yang berupa mobil SUV dengan 7 penumpang secara umum cukup meyakinkan. Dengan kapasitas penumpang lebih banyak dari kebanyakan SUV hal ini menjadi wajar mengingat ukuran Esemka yang memiliki panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm serta tinggi 1.630 mm. Untuk urusan mesin Esemka menggendong mesin bensin 1.500 cc type SOHC yang menggunakan multi point injection 4 silinder bensin. Tenaga yang dihasilkan mesin pada 5.500 RPM adalah 105 Hp angka ini sebenarnya masih kalah dibanding kebanyakan SUV yang ada. Hanya saja memang Esemka belum punya fitur airbag.

Dan harga mobil esemka sendiri terbilang cukup murah dikelasnya yakni berkisar antara 90-120 juta rupiah.

Mobil Esemka Solo akan ke menjalani uji emisi di Tangerang Banten dan rencananya perjalanan kendaraan itu dimeriahkan dengan kirab (pawai budaya). Esemka akan berhenti di beberapa kota untuk dipamerkan ke masyarakat. 

"Sudah ada beberapa kota yang meminta, yaitu di Semarang oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah,  Pekalongan, Tegal, Cirebon dan Bandung," kata Wali Kota Surakarta Joko Widodo kepada wartawan.

Wakil Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan,  saat ini Esemka disempurnakan di pusat pembuatan di bengkel mobil milik Sukiyat di Klaten. 

"Lampunya masih nyebar, belum fokus. Sama dudukan kaca depan masih longgar sedikit. Bukan perbaikan besar," katanya sambil menambahkan perbaikan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama sepekan.

Nama Sukiyat tiba-tiba saja menjadi fenomenal bersamaan dengan hadirnya prototipe mobil Kiat Esemka. Kehadiran mobil yang diproduksi oleh anak-anak Jurusan Otomotif SMK Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, bimbingan Sukiyat ini menjadi buah bibir di tengah kerinduan masyarakat akan mobil produksi Nasional (mobnas). Selama ini, masyarakat hanya menjadi pasar dari produksi otomotif, terutama dari Jepang.

Berawal tahun 1977 dari bengkel sepeda motor dan sepeda onthel di kampung halamannya, Kradenan, Trucuk, Klaten, bengkelnya berkembang sampai menempati lahan seluas 4.500 meter persegi. Bengkel lainnya seluas 2.500 meter persegi juga dia bangun di Ngaran, Mlese, Ceper, Klaten.

Sukiyat masih terus membangun mimpinya untuk membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang mampu memproduksi sesuatu, bukan hanya sekedar pasar.
 
 

Sumber: AntaraNews.Com, mobil-esemka.info dan Harian Kompas





Anda suka artikel/informasi di atas? Bila anda Facebooker klik tombol FB Like di bawah atau
bagikan kepada teman-teman Anda di Google+, Twitter, dan FB lewat tombol share di bawah

               


Komentar :


  Cari info atau berita lainnya di internet? Ketik dan cari di sini.






Isi Komentar :
Nama:
Website
(misal: www.domain.com, tanpa http://)
:
Komentar:
 
  (Masukkan 6 kode diatas)